Sabtu, 30 Maret 2013

Pengajaran Makna Kata Di SMP


Standar Kompetensi  : Membaca
Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca
Kompetensi Dasar  : Menemukan makna kata tertentu dalam kamus secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan melalui kegiatan membaca memindai
Materi Pokok  :
- Cara menemukan  makna kata secara cepat dan implementasinya
Indikator  :
- Mampu menemukan entri secara cepat dan tepat
- Mampu menemukan makna kata secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan
Sumber Belajar  :
- Buku teks
- Kamus Besar Bahasa Indonesia



Kajian Teori
  Untuk menentukan makna suatu kata, kamu dapat mencarinya melalui kamus. makna kata yang sama dengan makna didalam kamus disebut makna leksikal. Selain makna lesikal, kata juga memiliki makna kontekstual.
 contoh kalimat
1.Di belakang rumah paman, tumbuh sebatang kara.
2.Ia sekarang hidup sebatang kara.
  Kata sebatang kara dalam kedua kalimat di atas mempunyai makna yang berbeda. Dalam kalimat (1), kata sebatang kara bermakna  satu batang  pohon kara, sedangkan dalam kalimat (2), kata tersebut mempunyai makna tidak mempunyai sanak saudara; sendirian.


Kegiatan Pembelajaran
1.      Buatlah kelompok 5-6 orang
2.      Carilah arti atau makna kata yang telah ditentukan dalam waktu 30 menit
            Dengan menggunakan kamus KBBI





Kegiatan pembelajaran
1.Bentuklah kelompok yang terdiri dari 5-6 orang! Siapkan minimal 1 buah kamus besar bahasa indonesia untuk setiap kelompok! Kemudian, carilah kata-kata berikut beserta arti/ maknanya dalam waktu 30 menit. Berapa jumlah kata yang berhasil kalian cari? Kegiatan ini mencerminkan kompetensi membaca  cepat  kalian.
Efisien  berita  sastra  norma
Hukum  motivasi  surat  iklan
Email  majalah  pasar  novel
2. Urutkanlah kata-kata di atas secara alfabetis dalam buku sehingga menjadi sebuah kamus kecil. Tentukan pula jenis katanya!
contoh:
Angket n (nomina) 1. daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan ; 2. pemeriksaan saksi-saksi dalam persidangan perkara perdata baik yang diajukan oleh penggugat maupun oleh tergugat 
3. Apotek tanpa Apoteker akan Ditutup
  Badan pengawasan Obat dan Makanan  (POM) akan menutup apotek yang beroperasi tanda dilengkapi apoteker. Penerbitan itu dimaksudkan untuk melindungi konsumen dari risiko pemberian obat yang salah serta makin tingginya biaya obat di indonesia. Demikian diungkapkan oleh kepala badan POM, Sampurno, serta ketua umum ikatan sarjana farmasi indonesia  (ISFI) Ahaditomo M.S., di hadapan wartawan, di Jakarta, kemarin.
    Sampurno menjelaskan, penertiban itu akan dilakukan mulai 17 September 2007. Badan POM memberi kesempatan kepada apotek-apotek rumah sakit maupun apotek umum untuk mempersiapkan diri dalam jangka waktu tiga bulan mendatang.
  Baca dan cermati kutipan paragraf di atas! Tentukan 10 kata yang sukar yang ada di dalamnya, kemudian cari makna/artinya di dalam kamus!
4.Carilah arti atau makna kata-kata berikut dalam kamus, kemudian gunakan kata-kata tersebut untuk menyusu sebuah karangan pendek yang logis!
Pengobatan, dokter, pasien, penyakit, kuman.

KASIH TAK SAMPAI

Huufftttt………………
Kucoba menarik nafas ini,
ada kelegaan yang kurasa…
Ku coba menyampaikan keluh kesah ku di sebuah laptop yang ku beli beberapa bulan yang lalu. Berharap kesedihan ini sedikit berkurang..
            Perkenalan beberapa tahun yang lalu saat aku masih duduk di bangku SMA  itu  cukup buat ku bahagia. Adit  itu keluar dari bibir mu saat kau jabat tangan ku. Dewi..balas ku. Perkenalan kita tak sampai disitu, keakraban diantara kita mulai ada. Kamu selalu kabari aku di mana pun kamu berada, tak ku tau apa maksud mu…
Cukup bahagia aku mengenal mu karena kamu seorang lelaki yang sangat baik dan cukup perhatian pada ku. Hingga suatu ketika kamu ajak aku jalan, awalnya aku menolak tapi akhirnya aku juga tak sampai hati melihat mu merengek, memaksa aku untuk mengikuti ajakan mu. Akhirnya kita pun sampai di suatu tempat yang ku anggap lumayan indah. Aku pun duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari tempat aku berdiri. Yaa….lumayan indah suasana di tempat itu, ada kolam-kolam kecil dan juga beberapa bungan yang sudah biasa ku lihat. Akhirnya kamu pun duduk di samping ku, ada getar aneh yang kurasakan ketika kamu memilih duduk di samping ku. Akkhhh….mudah-mudahan tak ada arti apa-apa batin ku. Kamu pun mulai bercerita tentang kesukaan mu, hobbi mu, dan juga tentang kehidupan mu. Saat itu aku hanya jadi pendengar setia…
Dag dig dug… bunyi detak jantung ku ketika kau pegang jari tangan ku, aku sayang kamu….
ucap kedua bibir mu. Saat itu kamu pun mengungkapakan semua isi hati mu. Bagaimana dengan mu???,…
aku tersentak ketika kamu menanyakan itu pada ku..
ya tuhannn…aku harus  jawab apa???..,
akhirnya aku putuskan untuk  menerima cinta mu karena ku anggap kamu laki-laki yang aku dambakan selama ini. Akihirnya saat itu, detik itu juga kamu sah jadi seseorang yang mengisi ruang hati ku, tepatnya sebagai pacar ku.
            Hari demi hari aku makin sayang ke kamu, aku bahagia menjadi pacar mu. Walaupun hubungan kita tak selamanya mulus, pertengkaran itu pun pernah ada yang ku anggap biasa terjadi dalam suatu hubungan. Aku pun mengenalkan mu pada orang tua ku, kebetulan rumah mu tak jauh dari rumah ku jadi aku fikir tak ada salahnya aku mengenalkan mu pada keluarga ku. Kebahagiaan ku pun bertanbah saat kamu pun disambut baik oleh keluarga ku.  Setelah 3 tahun kita jalani bersama akhirnya kita pun di pisahkan oleh jarak, karena aku akan melanjutkan pendidikan aku keperguruan tinggi. Bukan maksud untuk meninggan kan mu tapi ini semua demi kita juga. Berat memang keputusan yang akan aku ambil, karena aku akan meninggalkan mu, aku akan jauh dari mu. tak usah khwatir aku akan selalu mencintai mu, ku harap kamu pun begitu, kata ku disaat itu…
Sebenarnya kamu tak mengizinkan ku untuk pergi tapi aku harus pergi, kedua orang tua ku pun mendukung ku. Yang ada dalam fikiran aku saat itu adalah kalau emang jodoh pasti dipertemukan kembali.
            Akhirnya aku pun pergi meninggalkan kampung ku, kenangan ku, kedua orang tua ku dan juga orang-orang yang aku cintai termasuk kamu. Lumayan jauh tempat aku akan menuntut ilmu tersebut. Kesedihan yang amat kurasakan saat itu….
Walaupun kita berjauhan tapi kita sering komunikasi, aku selalu kasih kabar ke kamu,dan begitu juga kamu. Beberapa bulan sudah lamanya aku jauh dari kamu, hingga suatu ketika kamu telfon aku dan bilang “kalau seandainya aku pergi merantau gimana?, toh aku disini tak punya siapa-siapa.” Aku berfikir sejenak, “terserah” kata-kata itu yang keluar dari mulut ku. Karena yang ada dalam fikiran aku saat itu kalau kamu gak kan serius buat ninggalin aku.
Beberapa hari setelah itu aku tak ada dapat kabar dari kamu lagi, kamu tak ada kasih kabar ke aku,. Resah, risau yang aku reasakan. Hingga akhirnya hp ku berbunyi dan ternyata itu kamu,
“sekarang aku udah di Kalimantan “ ucap mu. Aku hanya tertawa kecil. Kamu pasti bohong, kata ku. Dan akhirnya kamu mencoba meyakinkan aku. Ya Allah… kenapa dia pergi jauh ninggalin aku. Fikir ku saat itu. Sedih, kecewa yang kurasa saat itu dan tanpa terasa kedua air mata ku mengalir.dan saat itu juga aku cuma berharap suatu saat kita dipertemukan lagi karena aku sangat mencintai mu.
            Kamu jarang kabarin aku, aku mulai merasa hubungan kita tak ada artinya lagi. Sepertinya kamu emang gak pernah ingat aku lagi. Bertahun-tahun kulalui tanpa mu, tanpa kabar dari mu. Hingga akhirnya aku dapat kabar dari teman ku kalau ternyata kamu akan segera menikah. Aku tak percaya, sedikit pun aku tak percaya. Hingga akhirnya keluarga mu yang bilang ke aku kalau kamu akan segera menikah.hufffttttttttttt……….tak tau lagi apa yang ku rasa saat itu, aku tak menyangka kalau semuanya begini. Tak da semangat aku hidup saat itu, aku tak terima. Hampa yang kurasa saat itu dan sempat aku dilarikan kerumah sakit.
aku harus tegar, aku harus bias tanpa mu selamanya. Ku coba untuk memotivasi diri ini..
aku  harus merelakan mu dengan yang lain, berarti aku bukan tulang rusuk mu dan moga kau bahagia, ucap ku saat itu dengan deraian air mata.karna Kau bukan Jodoh kuu……

Kamis, 21 Maret 2013

MACAM-MACAM SUKU KATA BAHASA MELAYU

V =  a-wak =kami
VK = am-biak =ambil
KV =pa –tang =kemarin
KVK = run =tuh
KVKK = mam-buek
KVKKK = dongki
KKV = bo –gih =marah
kkvk = nyos –sal =sesal
KKKV =tong-kar – nakal
KKKVK = srtes
KKVKK = nyang –kui

ADVERBIA

6.1 Batasan dan ciri adverbia.
Arverbia adalah kata yang menjelaskan  verba,adjektiva ,atau adverbia lain
contoh:adverbia sangat menjelaskan verba mencintai ,adverbia selalu menjelaskan adjektiva sedih dan adverbia hampir menjelaskan adverbia selalu
6.2 Adverbia dari segi bentuknya
1.Adverbia tunggal
Dari segi bentuknya,dapat dibedakan adverbia tunggal dan adverbia gabungan.Adverbia tunggal dapat dibagi lagi menjadi adverbia yang berupa kata dasar,kata berafik,kata ulang
2.Adverbia gabungan
Adverbia gabungan terdiri atas dua adverbia yang berupa kata dasar.kalau kata dasar yang merupakan adverbia itu ada yang berdampingan dan ada pula yang tidak berdampingan.
*adverbia yang berdampingan
contoh:a.Lagi pula bajunya baru jadi minggu depan.
*adverbia yang tidak berdampingan.
contoh:Kamu hanya membuang-buang waktu saja
6.3Adverbia dari segi perilaku sintaksisnya.
Sintaksis adverbia dapat dilihat berdasakan posisinya terhadap kata atau bagian kalimat.Atas dasar itu,dapat dibedakan empat macam posisi adverbia yaitu :
a.yang mendahului kata yang diterangkan
contoh:Ia lebih tinggi daripada adiknya
b.yang mengikuti kata yang diterangkan
contoh:Jelek benar kelakuannya.
c.yang mendahului atau yang mengikuti kata yang diterangkan.
contoh:Mahal amat harga barang-barang.
d.yang mendahului dan mengikuti kata yang diterangkan.
contoh:Saya yakin bukan dia saja yang pandai
6.4 Adverbia dari segi perilaku semantisnya.
Berdasarkan prilaku semantisnya,dapat dibedakan delapan jenis adverbia yaitu:(1)adverbia kualitatif (2)adverbia kuantitatif(3)adverbia limitatif(4)adverbia frekuentatif(5)adverbia kewaktuan(6)adverbia kecaraan(7)adverbia kontrastif(8)adverbia keniscayaan.
1.adverbia kualitatif yang menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat,derajat,atau       mutu.Kata-katanya seperti paling,sangat,lebih dan kurang.
contoh:Saya paling suka masakan Padang
2.adverbia kuantatif mengganbarkan makna yang berhubungan dengan jumlah,kata-katanya      seperti,banyak,sedikit,kira-kira dan cukup.
contoh:lukanya banyak mengeluarkan darah
3.adverbia limitatif menggambarkan makna yang berhubungan dengan pembatasan,kata-katanya seperti,hanya,sajadan sekedar.
contoh:Kami dirimah saja selama liburan ini.

VERBA

Ciri-ciri verba bisa dilahat dari
1.      Segi prilaku simantik/makna
2.      Segi prilaku sintaksis/ susunan dalam kalimat
3.      Bentuk morfologik/pembentukan kata baik gramatik maupun semantik
Verba dari prilaku simantiknya atau makna
Contoh: Ayah sedang mandi
            Kata mandi adalah verba.kata mandi mengandung makna perbuatan.
Contoh: seharusnya, benda itu tidak jatuh
            Kata jatuh mengandung makna proses.maksud proses menyatakan adanya perubahan dari tidak jatuh menjadi jatuh.
Verba dari segi sintaksisnya
a.       Verba transitif adalah verba yang menggunakan nomina sebagai objek dalam kalimat aktif, dan objek dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.
Contoh: mereka mencari penjahat itu ( aktif )
            Penjahat itu dicari oleh mereka ( pasif )
            Kata mencari adalah verba transitif yang diikuti oleh nomina yaitu penjahat.
b.      Verba Ekatransitif adalah verba yang diikuti oleh satu objek.dapat diubah menjadi pasif.
Contoh: Kakak menterjemahkan kamus itu ( Aktif )
              Kamus itu diterjemahkan oleh kakak ( pasif )
c.       Verba Dwitransitif adalah verba yang kalimat aktif dapaty ikuti oleh dua nomina satu objek dan satu pelengkap.
Contoh: Ayah akan membawakan saya kue enak.
            Kata membawakan adalah verba dwitrasitif sedangkan kata saya dan kue enak adalah objek dan pelengkap.
d.      Verba semitransitif adalah verba yang objeknya boleh ada dan boleh tidak.
Contoh: Amir sedang membaca
Kata membaca adalah verba semitransitif
e.       Verba taktransitif adalah verba yang tidak memiliki nomina dibelakangnya yang dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif
Contoh: Maaf, pak. Ayah sedang mandi.
Verba dari segi bentuknya
Terbagi menjadi 2 yaitu: Verba asal dan verba turunan
Verba asal adalah verba yang dapat berdiri sendiri tampa afiks.
Misalnya : pergi, rumah makan, tidur, mandi, datang.
Contoh. Ayah pergi ke Singapura
              Adik sedang makan kue
Verba turunan adalah verba yang dibentuk melalui proses transposisi, pengafiksan, reduplikasi dan pemajemukan.
Transposisi adalah proses penurunan kata yang memperlihatkan peralihan suatu kata dari ketegori sintaksis tampa mengubah bentuknya.
Contoh: telepon- telepon
            Cangkul- cangkul
Pengafiksasian adalah penambahan afiks pada dasar
Contoh: beli-membeli
            Temu- bertemu
            Restu- merestui
Reduplikasi adalah pengulangan suatu dasar
Contoh: lari- lari-lari
            Rumah- rumah-rumah
Pemajemukan adalah penggabungan dua dasar atau lebih sehingga menjadi satu satuan makna.
Contoh: jual, beli- jual beli
            Jatuh,bangun- jatuh bangun
            Hancur,lebur-hancur lebur