Huufftttt………………
Kucoba menarik nafas ini,
ada kelegaan yang kurasa…
ada kelegaan yang kurasa…
Ku coba menyampaikan keluh kesah ku di sebuah
laptop yang ku beli beberapa bulan yang lalu. Berharap kesedihan ini sedikit
berkurang..
Perkenalan
beberapa tahun yang lalu saat aku masih duduk di bangku SMA itu
cukup buat ku bahagia. Adit itu
keluar dari bibir mu saat kau jabat tangan ku. Dewi..balas ku. Perkenalan kita
tak sampai disitu, keakraban diantara kita mulai ada. Kamu selalu kabari aku di
mana pun kamu berada, tak ku tau apa maksud mu…
Cukup bahagia aku mengenal mu karena kamu
seorang lelaki yang sangat baik dan cukup perhatian pada ku. Hingga suatu
ketika kamu ajak aku jalan, awalnya aku menolak tapi akhirnya aku juga tak
sampai hati melihat mu merengek, memaksa aku untuk mengikuti ajakan mu.
Akhirnya kita pun sampai di suatu tempat yang ku anggap lumayan indah. Aku pun
duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari tempat aku berdiri. Yaa….lumayan indah
suasana di tempat itu, ada kolam-kolam kecil dan juga beberapa bungan yang
sudah biasa ku lihat. Akhirnya kamu pun duduk di samping ku, ada getar aneh
yang kurasakan ketika kamu memilih duduk di samping ku. Akkhhh….mudah-mudahan
tak ada arti apa-apa batin ku. Kamu pun mulai bercerita tentang kesukaan mu,
hobbi mu, dan juga tentang kehidupan mu. Saat itu aku hanya jadi pendengar
setia…
Dag dig dug… bunyi detak jantung ku ketika kau
pegang jari tangan ku, aku sayang kamu….
ucap kedua bibir mu. Saat itu kamu pun
mengungkapakan semua isi hati mu. Bagaimana dengan mu???,…
aku tersentak ketika kamu menanyakan itu pada ku..
ya tuhannn…aku harus jawab apa???..,
aku tersentak ketika kamu menanyakan itu pada ku..
ya tuhannn…aku harus jawab apa???..,
akhirnya aku putuskan untuk menerima cinta mu karena ku anggap kamu
laki-laki yang aku dambakan selama ini. Akihirnya saat itu, detik itu juga kamu
sah jadi seseorang yang mengisi ruang hati ku, tepatnya sebagai pacar ku.
Hari
demi hari aku makin sayang ke kamu, aku bahagia menjadi pacar mu. Walaupun
hubungan kita tak selamanya mulus, pertengkaran itu pun pernah ada yang ku
anggap biasa terjadi dalam suatu hubungan. Aku pun mengenalkan mu pada orang
tua ku, kebetulan rumah mu tak jauh dari rumah ku jadi aku fikir tak ada
salahnya aku mengenalkan mu pada keluarga ku. Kebahagiaan ku pun bertanbah saat
kamu pun disambut baik oleh keluarga ku.
Setelah 3 tahun kita jalani bersama akhirnya kita pun di pisahkan oleh
jarak, karena aku akan melanjutkan pendidikan aku keperguruan tinggi. Bukan
maksud untuk meninggan kan mu tapi ini semua demi kita juga. Berat memang
keputusan yang akan aku ambil, karena aku akan meninggalkan mu, aku akan jauh
dari mu. tak usah khwatir aku akan selalu mencintai mu, ku harap kamu pun
begitu, kata ku disaat itu…
Sebenarnya kamu tak mengizinkan ku untuk pergi
tapi aku harus pergi, kedua orang tua ku pun mendukung ku. Yang ada dalam
fikiran aku saat itu adalah kalau emang jodoh pasti dipertemukan kembali.
Akhirnya
aku pun pergi meninggalkan kampung ku, kenangan ku, kedua orang tua ku dan juga
orang-orang yang aku cintai termasuk kamu. Lumayan jauh tempat aku akan
menuntut ilmu tersebut. Kesedihan yang amat kurasakan saat itu….
Walaupun kita berjauhan tapi kita sering
komunikasi, aku selalu kasih kabar ke kamu,dan begitu juga kamu. Beberapa bulan
sudah lamanya aku jauh dari kamu, hingga suatu ketika kamu telfon aku dan
bilang “kalau seandainya aku pergi merantau gimana?, toh aku disini tak punya
siapa-siapa.” Aku berfikir sejenak, “terserah” kata-kata itu yang keluar dari
mulut ku. Karena yang ada dalam fikiran aku saat itu kalau kamu gak kan serius
buat ninggalin aku.
Beberapa hari setelah itu aku tak ada dapat
kabar dari kamu lagi, kamu tak ada kasih kabar ke aku,. Resah, risau yang aku
reasakan. Hingga akhirnya hp ku berbunyi dan ternyata itu kamu,
“sekarang aku udah di Kalimantan “ ucap mu. Aku hanya tertawa kecil. Kamu pasti bohong, kata ku. Dan akhirnya kamu mencoba meyakinkan aku. Ya Allah… kenapa dia pergi jauh ninggalin aku. Fikir ku saat itu. Sedih, kecewa yang kurasa saat itu dan tanpa terasa kedua air mata ku mengalir.dan saat itu juga aku cuma berharap suatu saat kita dipertemukan lagi karena aku sangat mencintai mu.
“sekarang aku udah di Kalimantan “ ucap mu. Aku hanya tertawa kecil. Kamu pasti bohong, kata ku. Dan akhirnya kamu mencoba meyakinkan aku. Ya Allah… kenapa dia pergi jauh ninggalin aku. Fikir ku saat itu. Sedih, kecewa yang kurasa saat itu dan tanpa terasa kedua air mata ku mengalir.dan saat itu juga aku cuma berharap suatu saat kita dipertemukan lagi karena aku sangat mencintai mu.
Kamu
jarang kabarin aku, aku mulai merasa hubungan kita tak ada artinya lagi.
Sepertinya kamu emang gak pernah ingat aku lagi. Bertahun-tahun kulalui tanpa
mu, tanpa kabar dari mu. Hingga akhirnya aku dapat kabar dari teman ku kalau
ternyata kamu akan segera menikah. Aku tak percaya, sedikit pun aku tak percaya.
Hingga akhirnya keluarga mu yang bilang ke aku kalau kamu akan segera
menikah.hufffttttttttttt……….tak tau lagi apa yang ku rasa saat itu, aku tak
menyangka kalau semuanya begini. Tak da semangat aku hidup saat itu, aku tak
terima. Hampa yang kurasa saat itu dan sempat aku dilarikan kerumah sakit.
aku harus tegar, aku harus bias tanpa mu selamanya. Ku coba untuk memotivasi diri ini..
aku harus merelakan mu dengan yang lain, berarti aku bukan tulang rusuk mu dan moga kau bahagia, ucap ku saat itu dengan deraian air mata.karna Kau bukan Jodoh kuu……
aku harus tegar, aku harus bias tanpa mu selamanya. Ku coba untuk memotivasi diri ini..
aku harus merelakan mu dengan yang lain, berarti aku bukan tulang rusuk mu dan moga kau bahagia, ucap ku saat itu dengan deraian air mata.karna Kau bukan Jodoh kuu……

Tidak ada komentar:
Posting Komentar