Sabtu, 30 Maret 2013

KASIH TAK SAMPAI

Huufftttt………………
Kucoba menarik nafas ini,
ada kelegaan yang kurasa…
Ku coba menyampaikan keluh kesah ku di sebuah laptop yang ku beli beberapa bulan yang lalu. Berharap kesedihan ini sedikit berkurang..
            Perkenalan beberapa tahun yang lalu saat aku masih duduk di bangku SMA  itu  cukup buat ku bahagia. Adit  itu keluar dari bibir mu saat kau jabat tangan ku. Dewi..balas ku. Perkenalan kita tak sampai disitu, keakraban diantara kita mulai ada. Kamu selalu kabari aku di mana pun kamu berada, tak ku tau apa maksud mu…
Cukup bahagia aku mengenal mu karena kamu seorang lelaki yang sangat baik dan cukup perhatian pada ku. Hingga suatu ketika kamu ajak aku jalan, awalnya aku menolak tapi akhirnya aku juga tak sampai hati melihat mu merengek, memaksa aku untuk mengikuti ajakan mu. Akhirnya kita pun sampai di suatu tempat yang ku anggap lumayan indah. Aku pun duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari tempat aku berdiri. Yaa….lumayan indah suasana di tempat itu, ada kolam-kolam kecil dan juga beberapa bungan yang sudah biasa ku lihat. Akhirnya kamu pun duduk di samping ku, ada getar aneh yang kurasakan ketika kamu memilih duduk di samping ku. Akkhhh….mudah-mudahan tak ada arti apa-apa batin ku. Kamu pun mulai bercerita tentang kesukaan mu, hobbi mu, dan juga tentang kehidupan mu. Saat itu aku hanya jadi pendengar setia…
Dag dig dug… bunyi detak jantung ku ketika kau pegang jari tangan ku, aku sayang kamu….
ucap kedua bibir mu. Saat itu kamu pun mengungkapakan semua isi hati mu. Bagaimana dengan mu???,…
aku tersentak ketika kamu menanyakan itu pada ku..
ya tuhannn…aku harus  jawab apa???..,
akhirnya aku putuskan untuk  menerima cinta mu karena ku anggap kamu laki-laki yang aku dambakan selama ini. Akihirnya saat itu, detik itu juga kamu sah jadi seseorang yang mengisi ruang hati ku, tepatnya sebagai pacar ku.
            Hari demi hari aku makin sayang ke kamu, aku bahagia menjadi pacar mu. Walaupun hubungan kita tak selamanya mulus, pertengkaran itu pun pernah ada yang ku anggap biasa terjadi dalam suatu hubungan. Aku pun mengenalkan mu pada orang tua ku, kebetulan rumah mu tak jauh dari rumah ku jadi aku fikir tak ada salahnya aku mengenalkan mu pada keluarga ku. Kebahagiaan ku pun bertanbah saat kamu pun disambut baik oleh keluarga ku.  Setelah 3 tahun kita jalani bersama akhirnya kita pun di pisahkan oleh jarak, karena aku akan melanjutkan pendidikan aku keperguruan tinggi. Bukan maksud untuk meninggan kan mu tapi ini semua demi kita juga. Berat memang keputusan yang akan aku ambil, karena aku akan meninggalkan mu, aku akan jauh dari mu. tak usah khwatir aku akan selalu mencintai mu, ku harap kamu pun begitu, kata ku disaat itu…
Sebenarnya kamu tak mengizinkan ku untuk pergi tapi aku harus pergi, kedua orang tua ku pun mendukung ku. Yang ada dalam fikiran aku saat itu adalah kalau emang jodoh pasti dipertemukan kembali.
            Akhirnya aku pun pergi meninggalkan kampung ku, kenangan ku, kedua orang tua ku dan juga orang-orang yang aku cintai termasuk kamu. Lumayan jauh tempat aku akan menuntut ilmu tersebut. Kesedihan yang amat kurasakan saat itu….
Walaupun kita berjauhan tapi kita sering komunikasi, aku selalu kasih kabar ke kamu,dan begitu juga kamu. Beberapa bulan sudah lamanya aku jauh dari kamu, hingga suatu ketika kamu telfon aku dan bilang “kalau seandainya aku pergi merantau gimana?, toh aku disini tak punya siapa-siapa.” Aku berfikir sejenak, “terserah” kata-kata itu yang keluar dari mulut ku. Karena yang ada dalam fikiran aku saat itu kalau kamu gak kan serius buat ninggalin aku.
Beberapa hari setelah itu aku tak ada dapat kabar dari kamu lagi, kamu tak ada kasih kabar ke aku,. Resah, risau yang aku reasakan. Hingga akhirnya hp ku berbunyi dan ternyata itu kamu,
“sekarang aku udah di Kalimantan “ ucap mu. Aku hanya tertawa kecil. Kamu pasti bohong, kata ku. Dan akhirnya kamu mencoba meyakinkan aku. Ya Allah… kenapa dia pergi jauh ninggalin aku. Fikir ku saat itu. Sedih, kecewa yang kurasa saat itu dan tanpa terasa kedua air mata ku mengalir.dan saat itu juga aku cuma berharap suatu saat kita dipertemukan lagi karena aku sangat mencintai mu.
            Kamu jarang kabarin aku, aku mulai merasa hubungan kita tak ada artinya lagi. Sepertinya kamu emang gak pernah ingat aku lagi. Bertahun-tahun kulalui tanpa mu, tanpa kabar dari mu. Hingga akhirnya aku dapat kabar dari teman ku kalau ternyata kamu akan segera menikah. Aku tak percaya, sedikit pun aku tak percaya. Hingga akhirnya keluarga mu yang bilang ke aku kalau kamu akan segera menikah.hufffttttttttttt……….tak tau lagi apa yang ku rasa saat itu, aku tak menyangka kalau semuanya begini. Tak da semangat aku hidup saat itu, aku tak terima. Hampa yang kurasa saat itu dan sempat aku dilarikan kerumah sakit.
aku harus tegar, aku harus bias tanpa mu selamanya. Ku coba untuk memotivasi diri ini..
aku  harus merelakan mu dengan yang lain, berarti aku bukan tulang rusuk mu dan moga kau bahagia, ucap ku saat itu dengan deraian air mata.karna Kau bukan Jodoh kuu……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar